ada sepasang mata yang menatap saya sedari tadi
sepertinya saya kenal siapa pemiliknya
lelaki yang saya kenal diujung senja
entah kenapa senja selalu menciptakan cerita
cerita yang kadang saya kenang namun kadang juga saya benci
saya menyukai senja,
seperti saya menyukai sepasang mata itu
mendamaikan.
berlalu pergi meninggalkan sepasang mata itu
berpikir bahwa dari sepasang mata itu pula saya menjatuhkan air mata
sepasang mata yang memberi bahagia
tapi tak jarang menyulut air mata